Ratusan Warga Serang Masih Bertahan di Pengungsian
Suasana tenda pengungsian warga terdampak banjir di Binuang, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (18/1/2026). (Foto: ANTARA/Desi Purnama Sari)

Ratusan Warga Serang Masih Bertahan di Pengungsian

Sebanyak 625 warga Kabupaten Serang masih mengungsi akibat banjir dan longsor per Rabu (21/1). BPBD pastikan kebutuhan logistik dan obat-obatan terpenuhi di posko.

TIMES Serang,Rabu 21 Januari 2026, 22:21 WIB
1.6K
A
Antara

SerangHingga Rabu (21/1/2026) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 625 warga dari 187 Kepala Keluarga (KK) masih berada di posko pengungsian. Mereka terpaksa meninggalkan rumah akibat rentetan bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengungkapkan bahwa para penyintas saat ini tersebar di empat titik pengungsian aktif yang berlokasi di Kecamatan Padarincang, Binuang, dan Carenang.

Titik Konsentrasi Pengungsi

Wilayah Kecamatan Padarincang menjadi titik dengan jumlah pengungsi paling signifikan.

"Konsentrasi pengungsi terbanyak berada di Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, yakni sebanyak 145 KK atau 430 jiwa yang menempati bangunan Madrasah Raudathul Janah," ujar Ajat di Serang, Rabu.

Selain di Padarincang, data BPBD juga menunjukkan adanya 147 jiwa pengungsi di Desa Cakung dan 27 jiwa di Desa Renged, Kecamatan Binuang. Sementara di Kecamatan Carenang, tercatat 21 warga Desa Mekarsari masih bertahan di Mushola As-Sobirin. Ajat menambahkan, fasilitas umum seperti masjid, mushala, dan gedung sekolah menjadi pilihan warga karena dinilai aman dari rendaman air.

Cakupan Bencana dan Tren Kepulangan

Meskipun angka pengungsi masih ratusan, kondisi di beberapa titik dilaporkan mulai membaik. Sebanyak 328 jiwa (82 KK) diketahui sudah mulai kembali ke kediaman masing-masing seiring surutnya genangan.

Ajat memaparkan bahwa cuaca ekstrem belakangan ini memicu tiga jenis bencana utama di wilayahnya, yaitu banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

"Kejadian ini tersebar di 77 desa pada 25 kecamatan. Banjir menjadi kejadian paling dominan yang melanda 23 kecamatan, disusul angin kencang di delapan kecamatan, dan pergerakan tanah di lima kecamatan," jelasnya.

Penyaluran Bantuan dan Layanan Kesehatan

Guna memastikan kondisi para pengungsi tetap terjaga, BPBD terus menyalurkan berbagai bantuan logistik ke lokasi-lokasi aktif.

"Kebutuhan mendesak yang kami salurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, family kit, hingga perlengkapan bayi," tutur Ajat.

Selain bantuan materiil, aspek kesehatan juga menjadi prioritas. BPBD bersinergi dengan puskesmas setempat, terutama di wilayah Binuang, untuk memantau kesehatan warga secara rutin guna mencegah munculnya penyakit pascabanjir. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Serang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.